Eps. 19 Untukmu Ibu, yang Pernah Mengecap Kehilangan

Eps. 19 Untukmu Ibu, yang Pernah Mengecap Kehilangan

Author: Komunitas Ibu Profesional Bandung October 26, 2020 Duration: 18:25
Untukmu Ibu, yang pernah mengecap kehilangan. Kami persembahkan Filosofi Ibu episode ke-19 ini, menemanimu berselancar menuju memori paling duka. Sehingga kelak membicarakannya tidak lagi terasa menyesakkan dada. Bersama Alinda Nurbaety Hasanaha, Ikrimah Nurul Azmi dan Febby Noor Fadhillah

Dalam keseharian yang sering kali padat dan penuh tuntutan, menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang unik dan penuh pembelajaran. Filosofi Ibu, dari Komunitas Ibu Profesional Bandung, hadir sebagai ruang obrolan yang hangat dan mendalam. Di sini, berbagai suara dan pengalaman ibu-ibu dari beragam latar belakang bertemu, berbagi cerita nyata yang tidak hanya tentang pengasuhan, tetapi juga tentang kehidupan, identitas, dan refleksi diri. Setiap percakapan dalam podcast ini mengalir secara natural, dipandu oleh host yang membawa setiap narasumber untuk mengeksplorasi kisah mereka dengan jujur. Yang akan Anda dengar bukanlah teori atau tips instan, melainkan percakapan penuh makna yang menyentuh rasa, tentang suka dan duka, tantangan kecil sehari-hari, hingga momen-momen kebahagiaan yang mendefinisikan peran seorang ibu. Podcast ini pada dasarnya adalah tentang mendengarkan dan merasakan bersama, menciptakan resonansi dari satu hati ke hati lainnya. Bagi para orang tua, khususnya ibu, rangkaian obrolan ini bisa menjadi teman yang menenangkan, pengingat bahwa Anda tidak sendirian, dan sumber sudut pandang baru yang segar. Setiap episode mengajak kita untuk berhenti sejenak, merenung, dan menemukan filosofi pribadi dalam perjalanan menjadi orang tua.
Author: Language: in Episodes: 71

Filosofi Ibu
Podcast Episodes
Ep. 39 Menyembuhkan Luka Ibunda [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 21:10
Bagaimana Bunda dan Calon Bunda menyapa luka di hati dan merapihkannya kembali.
Eps. 38 Banggalah pada anakmu, Ibu [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 16:18
"Kak, kok kamu belum bisa baca sih gak kaya temenmu udah bisa baca !" "Ih dek lihat tuh kakakmu dulu umur segini udah bisa jalan" Bunda, tanpa kita sadari kita pernah mengucapkan kata-kata yang membandingkan, antara adik…
Eps. SPESIAL - Menjadi Ibu Profesional di Tanah Priangan [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 23:55
Menjalani peran sebagai ibu di tanah priangan timur sekaligus diamanahi sebagai pengurus di Ibu Profesional Regional, tentu bukanlah hal yang mudah. Namun bagaimana kedua narasumber kita ini mampu menjalaninya dengan bah…
Eps. 37 Menjadi Adil [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 15:11
"Rasanya ingin membelah diri saja, sayangnya aku bukan amoeba." Ternyata, semakin banyak peran dan fungsi yang diemban, semakin alot juga usaha kita untuk dapat berbuat adil bagi semua pihak. Terlebih saat peran sebagai…
Eps. 36 Aku Tetap Gadis Kecilnya Ayah [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 14:30
Meski seorang perempuan telah memiliki suami dan menjadi seorang ibu, namun sosok ayah akan selalu menjadi laki-laki pertama yang masuk dalam kehidupannya. Ayah adalah pria yang telah membesarkan, merawat, dan mendidik.T…
Eps. 35 Jatuh Bangun Membersamai Buah Hati [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 13:45
Setiap ibu mempunyai cara tersendiri untuk membersamai buah hatinya baik itu yang bekerja di ranah domestik maupun yang bekerja di ranah publik. Tetapi keduanya sama-sama tetap mengutamakan kebahagiaan anaknya bagaimanap…
Eps. 34 Menemukan Aku yang Baru [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 15:34
Aku adalah sosok wanita yang super energik, aktif, produktif & bahagia. Membuat orang lain tertawa dengan polah yang kuperbuat, termotivasi atas semangat juangku yang tinggi. Aku juga seorang pemimpi yang berani berjuang…
Eps. 32 Syukurku, Bahagiaku [not-audio_url] [/not-audio_url]

Duration: 17:59
Saat menjalankan peran sebagai ibu, kita seringkali terjebak dalam rutinitas yang menjemukan dan hampa. Hampir-hampir bahagia terasa seperti barang langka. Kejadian insidental yang mampir sesekali saja. Boleh jadi kita s…